Tanggal 6 November menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarah Indonesia maupun dunia. Berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal ini masih dikenang hingga sekarang, mulai dari karya sastra Jawa Kuno hingga perjuangan tokoh perempuan melawan penjajahan Belanda.
Beberapa peristiwa yang tercatat pada 6 November di antaranya rampungnya penulisan Kakawin Bharatayuddha pada 1157, wafatnya pahlawan nasional Cut Nyak Dien pada 1908, hingga kelahiran mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
Selain itu, tanggal 6 November juga menjadi penanda mulai beredarnya uang kertas pecahan Rp5.000 emisi 2001 yang diterbitkan Bank Indonesia.
Berikut rangkuman empat peristiwa bersejarah yang terjadi pada 6 November dari berbagai periode.
1. Kakawin Bharatayuddha Selesai Ditulis pada 1157
Salah satu catatan sejarah penting pada 6 November berasal dari dunia sastra Jawa Kuno. Pada tanggal tersebut, penulisan Kakawin Bharatayuddha tercatat rampung pada 1157 Masehi.
Kakawin Bharatayuddha merupakan karya sastra klasik yang mengisahkan peperangan besar antara keluarga Pandawa dan Korawa. Kisah tersebut merupakan bagian dari cerita Mahabharata yang sangat dikenal dalam tradisi sastra dan budaya Nusantara.
Karya ini digubah pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya di Kerajaan Kediri. Berdasarkan kronogram yang tercantum dalam kakawin, penyusunannya berlangsung pada tahun 1079 Saka atau 1157 Masehi.
Penulisan karya sastra tersebut melibatkan dua pujangga terkenal, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Mpu Sedah mengerjakan bagian awal cerita hingga kisah tampilnya Prabu Salya ke medan perang. Selanjutnya, bagian cerita diselesaikan oleh Mpu Panuluh.
Hingga kini, Kakawin Bharatayuddha menjadi salah satu peninggalan sastra penting yang menggambarkan kekayaan kebudayaan dan tradisi intelektual masyarakat Jawa pada masa kerajaan Hindu-Buddha.
2. Cut Nyak Dien Wafat di Pengasingan pada 1908
Tanggal 6 November juga menjadi hari wafatnya salah satu pahlawan nasional perempuan Indonesia, Cut Nyak Dien.
Tokoh perjuangan asal Aceh tersebut meninggal dunia pada 6 November 1908 di Sumedang, Jawa Barat, setelah menjalani pengasingan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Cut Nyak Dien lahir di Lampadang, Aceh, pada 1848. Namanya dikenal luas karena keberaniannya memimpin dan mendukung perjuangan rakyat Aceh dalam melawan penjajahan Belanda.
Perjuangannya tidak berhenti meskipun menghadapi berbagai tekanan dan kehilangan orang-orang terdekat dalam perang.
Karena perlawanan yang terus dilakukan, Belanda akhirnya menangkap Cut Nyak Dien dan mengasingkannya ke Sumedang.
Di tempat pengasingan tersebut, kondisi kesehatannya semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Jenazah Cut Nyak Dien dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.
Perjuangannya kemudian dikenang sebagai simbol keberanian, keteguhan, dan semangat perlawanan perempuan Indonesia terhadap penjajahan. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1964.
3. Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Lahir pada 1949
Peristiwa berikutnya adalah kelahiran Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Siti Fadilah lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 6 November 1949.
Namanya dikenal dalam dunia kesehatan nasional, terutama ketika Indonesia menghadapi wabah flu burung pada 2005.
Sebelum menduduki jabatan menteri, Siti Fadilah juga pernah berkarier sebagai tenaga pengajar dan dosen di Universitas Indonesia.
Selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan, ia terlibat dalam berbagai kebijakan kesehatan nasional, termasuk penanganan penyakit menular dan persoalan kesehatan masyarakat.
Namun, perjalanan kariernya juga pernah diwarnai persoalan hukum. Siti Fadilah tersandung perkara korupsi terkait pengadaan alat kesehatan dan telah menjalani hukuman pidana atas perkara tersebut.
4. Uang Kertas Rp5.000 Emisi 2001 Mulai Beredar
Catatan sejarah lainnya pada 6 November terjadi pada 2001, ketika Bank Indonesia mulai mengedarkan uang kertas pecahan Rp5.000 tahun emisi 2001.
Uang tersebut memiliki desain yang menampilkan tokoh pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol sebagai gambar utama.
Selain itu, bagian desain uang juga menampilkan sosok perempuan bernama Natasha Annestessya, yang dikenal dengan sapaan Ceci. Ia menjadi model dengan tema pengrajin tenun Pandai Sikek dari Sumatera Barat.
Penerbitan uang pecahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan desain dan sistem mata uang rupiah yang dilakukan Bank Indonesia.
Kehadiran gambar tokoh pahlawan nasional pada uang kertas juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan figur sejarah kepada masyarakat luas.
6 November bukan sekadar tanggal biasa dalam kalender. Berbagai peristiwa yang terjadi pada hari tersebut memperlihatkan perjalanan panjang sejarah Indonesia, mulai dari perkembangan sastra klasik, perjuangan melawan penjajahan, tokoh pemerintahan, hingga sejarah mata uang rupiah.(Rhz2797)


