Legenda balap dunia, Kevin Schwantz, memberikan dukungan penuh kepada Marc Marquez untuk melampaui rekor gelar juara dunia milik Valentino Rossi di ajang MotoGP.
Menurut Schwantz, performa Marquez di musim 2025 menjadi bukti nyata bahwa sang pembalap masih memiliki mental juara sejati.
Keberhasilan Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP 2025 bersama Ducati di musim perdananya menarik perhatian besar publik. Setelah bertahun-tahun mengalami cedera dan kesulitan bersama Repsol Honda, “The Baby Alien” berhasil bangkit luar biasa.
Pada masa-masa sulitnya di Honda, Marquez bahkan sempat nyaris pensiun akibat cedera parah yang dialami sejak 2020. Motor RC213V yang sulit dikendalikan membuat situasinya makin berat hingga akhirnya ia memutuskan hengkang di akhir 2023 untuk bergabung dengan Gresini Racing.
Keputusan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Di tim yang didirikan mendiang Fausto Gresini, Marquez kembali menemukan kepercayaan diri sebelum akhirnya direkrut Ducati sebagai pembalap utama.
Musim 2025 menjadi ajang pembuktian. Marquez tampil dominan dengan 15 podium dan 11 kemenangan Grand Prix, serta 14 kemenangan di Sprint Race. Catatan impresif ini membuatnya mengunci gelar juara dunia ketujuh di Sirkuit Motegi, Jepang, bahkan sebelum musim berakhir.
Sayangnya, perjalanan Marquez harus sedikit terhenti karena cedera yang dialami saat balapan di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Meski begitu, pencapaiannya tetap dianggap luar biasa dan membuatnya kembali disandingkan dengan para legenda MotoGP.
Kevin Schwantz, juara dunia kelas 500cc tahun 1993, bahkan mengaku terhormat dibandingkan dengan Marquez. Ia menilai pembalap berusia 32 tahun itu punya kekuatan mental luar biasa setelah bangkit dari berbagai cedera serius.
“Sebuah kehormatan bisa dibandingkan dengan Marquez. Dia sudah melakukan banyak hal untuk olahraga ini. Kembali setelah cedera dan menang lagi di tim baru menunjukkan kekuatan luar biasa,” ujar Schwantz, dikutip dari Motosan.
Lebih lanjut, Schwantz menegaskan bahwa dirinya yakin Marquez punya peluang besar untuk memecahkan rekor Valentino Rossi. Meski begitu, ia menolak membandingkan keduanya secara langsung.
“Saya pikir Marquez bisa memecahkan rekor Rossi. Rossi telah menjadi yang terhebat untuk olahraga ini. Tapi Marquez juga legenda. Keduanya luar biasa,” katanya.
Namun, Schwantz juga menyoroti sisi lain dari MotoGP modern yang menurutnya mulai kehilangan tensi emosional karena pengaruh teknologi aerodinamika yang berlebihan.
“Sekarang jarak antar pembalap memang tipis, tapi aerodinamika membuat balapan terasa kurang intens. Tidak membosankan, hanya kurang seru,” tambah pria berusia 61 tahun itu.
Pendapat Schwantz tersebut menambah warna dalam perdebatan soal arah perkembangan MotoGP. Terlepas dari itu, banyak penggemar berharap Marc Marquez tetap konsisten dan benar-benar bisa melampaui rekor sang legenda, Valentino Rossi, di musim-musim mendatang.

