Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Awas! Modus Penipuan Segitiga Saat Jual Kendaraan Makin Rapi, Korbannya Bisa Ganda!

Desember 05, 2025 Last Updated 2025-12-05T04:21:12Z



Awas! Modus Penipuan Segitiga Saat Jual Kendaraan Makin Rapi, Korbannya Bisa Ganda!


Modus penipuan segitiga dalam transaksi jual beli kendaraan kembali memakan korban. Baik penjual maupun calon pembeli sama-sama bisa dirugikan apabila tidak berhati-hati. Tawaran harga tinggi dan proses cepat sering kali menjadi umpan para penipu untuk menarik targetnya.


Inilah yang hampir menimpa Fikry Nurrahman asal Bogor ketika menjual Honda Civic FD miliknya lewat berbagai platform digital. Awalnya, semua terlihat normal. Seorang calon pembeli menghubungi Fikry dengan sopan, menanyakan ketersediaan mobil, hingga meminta foto-foto kendaraan.


Fikry memasang harga Rp 94,5 juta. Setelah negosiasi, penipu menawar Rp 89 juta bersih dan kembali meminta foto mobil beserta STNK dengan alasan ingin mengecek pajak. Karena belum curiga, Fikry pun mengirimkan semua yang diminta.


Tak lama kemudian, oknum tersebut mengaku sudah menemukan pembeli lain yang siap membeli mobil dengan harga lebih tinggi, yakni Rp 90 juta. Ia meminta Fikry menahan unit dan tidak memberikan ke calon pembeli lain.


Namun kecurigaan mulai muncul ketika penipu mengatakan bahwa ia akan melunasi pembayaran setelah mendapatkan transfer dari calon pembelinya. Artinya, uang tidak langsung masuk ke rekening Fikry sebagai penjual. Jika penipu kabur, pembeli dan penjual bisa saling menyalahkan dan sama-sama rugi.


Kecurigaan itu terbukti ketika calon pembeli datang dari Bekasi. Setelah ditanya langsung, rupanya calon pembeli diberi informasi palsu bahwa mobil tersebut dijual cepat dengan harga Rp 60 juta karena si penjual sedang butuh uang.


Keduanya pun sadar bahwa mereka hampir menjadi korban penipuan segitiga. Transaksi langsung dibatalkan sebelum terjadi kerugian.


Fikry berharap pengalamannya dapat menjadi peringatan bagi penjual kendaraan lainnya. Modus seperti ini masih marak terjadi, dan biasanya penipu memanfaatkan komunikasi terpisah antara penjual dan pembeli untuk memainkan harga serta alur pembayaran.

×