Pemerintah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Ketentuan ini efektif mulai 1 Januari 2026 dan menjadi acuan utama pengupahan bagi pekerja maupun pelaku usaha di masing-masing daerah.
Penetapan UMP 2026 dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan. Dalam regulasi tersebut, besaran upah minimum dihitung dengan mempertimbangkan sejumlah indikator penting, mulai dari kondisi ekonomi daerah, tingkat inflasi, hingga produktivitas tenaga kerja.
Karena perbedaan karakteristik dan kemampuan ekonomi antarwilayah, nilai UMP 2026 tidak seragam di setiap provinsi. Ada daerah yang menetapkan UMP di atas Rp5 juta, namun masih terdapat provinsi dengan UMP di kisaran Rp2 jutaan.
Tak heran, kebijakan ini menjadi sorotan luas. Bagi pekerja, UMP 2026 menentukan batas minimum penghasilan. Sementara bagi pengusaha, penetapan ini menjadi dasar penyesuaian struktur biaya dan pengupahan.
Berikut daftar lengkap UMP 2026 se-Indonesia sebagaimana dirilis secara resmi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Daftar UMP 2026 Pulau Jawa dan Bali
Pulau Jawa masih menjadi kawasan dengan jumlah tenaga kerja terbesar di Indonesia. DKI Jakarta kembali mencatatkan UMP tertinggi nasional pada 2026.
Berikut rincian UMP 2026 di Pulau Jawa dan Bali:
UMP DKI Jakarta 2026: Rp 5.729.876
UMP Banten 2026: Rp 3.100.881,40
UMP Jawa Barat 2026: Rp 2.317.601
UMP Jawa Tengah 2026: Rp 2.327.386,07
UMP DI Yogyakarta 2026: Rp 2.417.495
UMP Jawa Timur 2026: Rp 2.446.880
UMP Bali 2026: Rp 3.207.459
Meski Jakarta unggul jauh, provinsi lain di Jawa masih mengandalkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang umumnya lebih tinggi dari UMP provinsi.
Daftar UMP 2026 Wilayah Sumatera
Sebagian besar provinsi di Sumatera menetapkan UMP 2026 di atas Rp3 juta, dengan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan sebagai yang tertinggi di kawasan ini.
Rinciannya sebagai berikut:
UMP Aceh 2026: Rp 3.932.552
UMP Sumatera Utara 2026: Rp 3.228.949
UMP Sumatera Barat 2026: Rp 3.182.955
UMP Riau 2026: Rp 3.780.495
UMP Kepulauan Riau 2026: Rp 3.879.520
UMP Jambi 2026: Rp 3.471.497
UMP Bengkulu 2026: Rp 2.827.250
UMP Sumatera Selatan 2026: Rp 3.942.963
UMP Lampung 2026: Rp 3.047.734
UMP Bangka Belitung 2026: Rp 4.035.000
Daftar UMP 2026 Wilayah Kalimantan
Wilayah Kalimantan menunjukkan tren UMP relatif merata, mayoritas berada di atas Rp3,5 juta, seiring tingginya biaya hidup dan sektor industri berbasis sumber daya alam.
Berikut daftar lengkapnya:
UMP Kalimantan Barat 2026: Rp 3.054.552
UMP Kalimantan Tengah 2026: Rp 3.686.138
UMP Kalimantan Selatan 2026: Rp 3.725.000
UMP Kalimantan Timur 2026: Rp 3.762.431
UMP Kalimantan Utara 2026: Rp 3.775.243
Daftar UMP 2026 Wilayah Sulawesi
Di kawasan Sulawesi, Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan UMP tertinggi pada 2026.
Berikut rinciannya:
UMP Sulawesi Utara 2026: Rp 4.002.630
UMP Sulawesi Tengah 2026: Rp 3.179.565
UMP Sulawesi Selatan 2026: Rp 3.921.088
UMP Sulawesi Tenggara 2026: Rp 3.306.496,18
UMP Sulawesi Barat 2026: Rp 3.315.934
UMP Gorontalo 2026: Rp 3.405.144
Daftar UMP 2026 Wilayah Maluku dan Papua
Wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, masih mencatat UMP tinggi karena faktor geografis dan tingginya biaya logistik.
Berikut daftarnya:
UMP Maluku 2026: Rp 3.334.490
UMP Maluku Utara 2026: Rp 3.510.240
UMP Papua 2026: Rp 4.436.283
UMP Papua Tengah 2026: Rp 4.285.848
UMP Papua Pegunungan 2026: Rp 4.508.714
UMP Papua Selatan 2026: Rp 4.508.100
UMP Papua Barat 2026: Rp 3.841.000
UMP Papua Barat Daya 2026: Rp 3.766.000
UMP Tertinggi Indonesia 2026
Berdasarkan data resmi, UMP tertinggi Indonesia 2026 adalah DKI Jakarta, dengan nilai Rp 5.729.876. Angka ini menjadi yang paling tinggi secara nasional, bahkan melampaui provinsi-provinsi di Papua yang berada di kisaran Rp4,5 juta.
UMP 2026 menjadi batas minimum pengupahan yang wajib dipatuhi perusahaan. Pemerintah mengingatkan bahwa pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMP yang telah ditetapkan.
Dengan diberlakukannya UMP 2026, diharapkan kesejahteraan pekerja meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga iklim usaha tetap sehat dan berkelanjutan.

