-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Emil Audero Dilempar Petasan saat Lawan Inter Milan, Laga Sempat Dihentikan dan mengapa Emil Audero dilempar petasan

Februari 03, 2026 Last Updated 2026-02-03T04:36:23Z



Nasib kurang beruntung dialami kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, saat membela Cremonese di ajang Liga Italia Serie A 2025/2026. Emil menjadi korban pelemparan petasan dari tribun penonton dalam laga melawan Inter Milan.


Pertandingan Cremonese vs Inter Milan berlangsung di Stadion Giovanni Zini, Cremona, pada Minggu (1/2/2026), dalam lanjutan pekan ke-23 Serie A.


Kronologi Emil Audero Terkena Lemparan Petasan


Insiden terjadi pada menit ke-48, ketika Inter Milan sudah unggul 2-0 atas tuan rumah. Saat itu, para pemain Inter sedang membangun serangan dari sisi kanan pertahanan Cremonese.


Di tengah situasi tersebut, sebuah petasan tiba-tiba dilempar dari tribun suporter Inter Milan ke arah lapangan dan jatuh di dekat posisi Emil Audero. Pada momen itu, kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, sedang memberi arahan kepada rekan setimnya.


Ledakan petasan membuat Emil Audero terkejut. Ia langsung tersungkur ke lapangan sambil memegang kepala, sementara asap terlihat mengepul di sekitarnya.


Pertandingan Dihentikan Sementara


Wasit yang memimpin pertandingan langsung meniup peluit dan menghentikan laga demi keselamatan pemain. Petugas pemadam kebakaran kemudian masuk ke lapangan untuk memadamkan sisa api dari petasan tersebut.


Emil Audero segera mendapatkan perawatan intensif dari tim medis Cremonese. Beruntung, setelah dilakukan pemeriksaan, Emil dinyatakan tidak mengalami cedera serius dan mampu melanjutkan pertandingan hingga laga berakhir.


Meski begitu, Cremonese tetap harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 0-2.


Lautaro Martinez Kecam Aksi Suporter


Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, menyampaikan kecamannya terhadap aksi tidak terpuji tersebut. Striker asal Argentina itu menegaskan bahwa tindakan pelemparan petasan tidak bisa dibenarkan dalam sepak bola.


“Hal-hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kita adalah pemain sepak bola, dan Anda membahayakan keselamatan seseorang,” ujar Lautaro Martinez, dikutip dari CBS Sports.


Ia juga menuntut agar pelaku meminta maaf kepada Emil Audero, yang disebutnya sebagai pemain berjasa dan mantan juara bersama Inter Milan.


“Permintaan maaf harus diberikan kepada Audero, seorang juara bintang kedua, dan juga kepada para pendukung Cremonese,” tambahnya.


Catatan Keselamatan Sepak Bola


Insiden yang menimpa Emil Audero kembali menyoroti bahaya aksi hooliganisme di stadion. Pelemparan petasan tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga mengancam keselamatan pemain.


Meski lolos tanpa cedera, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar keamanan dan sportivitas tetap dijaga di dunia sepak bola.


Kenapa Emil Audero Dilempar Flare?


1.Aksi hooliganisme suporter


Pelemparan flare adalah bentuk tindakan anarkis oknum fans yang ingin meluapkan emosi di stadion. Ini sering terjadi di sepak bola Eropa dan tidak ada kaitannya langsung dengan performa Emil.


2.Situasi pertandingan yang panas


Laga Cremonese vs Inter Milan berlangsung dengan tensi tinggi. Dalam kondisi seperti ini, suporter yang tidak terkendali kadang melakukan tindakan berbahaya untuk “menekan” lawan.


3. Targetnya area penalti, bukan orangnya


Flare dilempar ke arah lapangan/penjaga gawang karena posisinya paling dekat dan terlihat jelas. Emil Audero jadi korban karena berada di titik jatuh flare, bukan karena provokasi.


4. Bukan konflik klub atau nasionalitas


Insiden ini tidak berkaitan dengan:


Status Emil sebagai kiper Timnas Indonesia


Rivalitas pribadi


Pernyataan kontroversial Emil


Bahkan pihak Inter Milan juga mengecam keras tindakan tersebut.


Kesimpulan


👉 Emil Audero murni korban

👉 Flare dilempar akibat ulah oknum suporter yang melanggar hukum

👉 Insiden ini masuk kategori pelanggaran berat keselamatan di stadion

×