Di tengah perdebatan mengenai kelayakan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekelompok anak muda di Lumajang, Jawa Timur, melakukan eksperimen sosial yang menarik perhatian masyarakat.
Komunitas Footnote Running Club membagikan paket takjil bergizi gratis kepada warga dengan biaya hanya sekitar Rp8.000 per porsi. Program ini bertujuan menunjukkan bahwa makanan dengan kandungan gizi tetap bisa disediakan dengan anggaran terbatas.
Isi Paket Takjil yang Dibagikan
Menurut salah satu anggota komunitas, Irfan, angka Rp8.000 dipilih karena setara dengan anggaran makan bergizi gratis untuk siswa taman kanak-kanak hingga kelas 3 sekolah dasar dalam program pemerintah.
Dalam satu paket takjil yang dibagikan kepada masyarakat, terdapat beberapa makanan sederhana namun bernutrisi, yaitu:
- 1 potong roti
- 3 butir Kurma
- 1 buah Jeruk Mandarin
- 1 buah Pisang
- 1 kotak Susu
Menu tersebut diperkirakan mengandung sekitar 460 kalori, 96 gram karbohidrat, 8,1 gram protein, serta 7 gram lemak.
Ingin Buktikan Makanan Bergizi Bisa Terjangkau
Irfan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai eksperimen sosial untuk membuktikan bahwa makanan dengan gizi cukup tetap bisa disediakan dengan biaya yang relatif murah.
“Kami ingin membuktikan bahwa dengan dana Rp8.000 bisa menghadirkan makanan bergizi untuk masyarakat. Soal pantas atau tidaknya, biar masyarakat yang menilai,” ujarnya pada Minggu (15/3/2026).
Takjil tersebut dibagikan kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa selama bulan Ramadan.
Masih Ada Kekurangan dalam Komposisi Gizi
Meski demikian, Irfan mengakui bahwa menu yang mereka buat masih memiliki kekurangan, terutama dari sisi kandungan protein yang belum cukup untuk memenuhi standar gizi seimbang.
Namun ia memastikan bahwa paket takjil tersebut tetap mampu memberikan energi yang cukup bagi masyarakat setelah seharian berpuasa.
Menurutnya, sebagai komunitas yang memiliki latar belakang olahraga lari, mereka lebih fokus pada kebutuhan kalori untuk memulihkan tenaga setelah aktivitas sepanjang hari.
Eksperimen sosial ini pun menarik perhatian warga setempat karena menunjukkan bahwa dengan perencanaan sederhana, makanan bergizi tetap bisa dihadirkan dengan biaya yang relatif terjangkau.

