-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Viral Menu MBG ‘Fish and Chips Mini’ Tuai Kritik, Pengelola SPPG Akhirnya Buka Suara

Maret 15, 2026 Last Updated 2026-03-15T00:25:47Z


Viralnya menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai terlalu sedikit menuai beragam reaksi dari warganet. Foto makanan tersebut memperlihatkan satu paket berisi fish and chips, pisang ambon, dan jambu kristal yang dikemas dalam plastik.


Unggahan itu langsung ramai diperbincangkan di media sosial karena porsi makanan dianggap terlalu kecil untuk satu kali konsumsi. Banyak netizen mempertanyakan kelayakan menu tersebut sebagai bagian dari program Makanan Bergizi Gratis.


Pihak SPPG Mojosongo Beri Klarifikasi


Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Mojosongo akhirnya memberikan penjelasan melalui akun media sosial resmi mereka.


Dalam klarifikasinya, pengelola menyebut menu yang beredar di internet memang merupakan menu yang mereka sediakan. Namun mereka menegaskan bahwa foto yang viral menunjukkan porsi dengan harga Rp8.000.


Sementara itu, SPPG Mojosongo juga menyediakan paket menu dengan porsi lebih besar yang dibanderol sekitar Rp10.000.


Pengemasan Disebut Membuat Porsi Terlihat Lebih Sedikit


Menurut pihak pengelola, tampilan makanan dalam foto terlihat lebih sedikit karena faktor penataan makanan dan proses pengemasan vakum. Proses tersebut membuat bentuk makanan menjadi lebih padat sehingga terlihat lebih kecil dari porsi sebenarnya.


Meski begitu, mereka mengakui bahwa tampilan kemasan tersebut kurang menarik dan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.


Siap Beri Kompensasi Jika Ada Kekurangan


SPPG Mojosongo juga menyatakan siap memberikan kompensasi jika ditemukan ketidaksesuaian antara menu yang dibagikan dengan standar yang telah ditentukan.


Pendataan terhadap penerima manfaat akan dilakukan melalui pihak sekolah agar setiap kekurangan yang terjadi bisa segera diketahui dan diperbaiki.


“Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tulis pihak pengelola dalam pernyataan resminya.


Polemik mengenai porsi makanan ini pun menjadi perhatian publik, sekaligus pengingat pentingnya transparansi dan kualitas dalam pelaksanaan program bantuan pangan bagi masyarakat.

×