Bataranews– Kehadiran BYD Racco di pasar Jepang ternyata mendapat sambutan luar biasa. Mobil listrik mungil pertama BYD yang mengusung status sebagai Kei car tersebut langsung menarik perhatian konsumen.
Belum genap satu bulan sejak mulai dipasarkan, BYD Racco dikabarkan telah mengantongi ribuan pesanan dari konsumen Jepang.
Mobil listrik berdesain mungil dengan bodi tinggi tersebut sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan setelah akun media sosial BYD Indonesia menampilkan sejumlah unggahan terkait sosok Racco.
BYD Racco sendiri resmi mulai dipasarkan di Jepang pada 28 Juli. Harga yang ditawarkan pun cukup menarik untuk sebuah mobil listrik.
Harga Mulai Rp237 Jutaan
Untuk varian dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer, BYD Racco dibanderol mulai 2.145.000 yen atau sekitar Rp237,8 juta.
Sementara varian lebih tinggi dengan kemampuan jelajah sekitar 300 kilometer dijual mulai 2.497.000 yen atau setara Rp276,9 juta.
Harga tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Racco, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat Jepang terhadap kendaraan listrik berukuran ringkas.
Dengan dimensi mungil khas Kei car, BYD Racco menawarkan kemudahan untuk digunakan di jalanan perkotaan Jepang yang relatif sempit.
Dua Pekan Langsung Tembus 1.000 Pesanan
Berdasarkan laporan Car Watch Japan, BYD Auto Japan mengumumkan bahwa jumlah pesanan BYD Racco telah mencapai 1.000 unit.
Angka tersebut tercatat pada 10 Agustus, atau hanya sekitar dua pekan setelah mobil listrik tersebut mulai dipasarkan.
Menariknya, sebagian besar konsumen justru memilih varian yang lebih tinggi.
Sebanyak 80 persen pemesan dikabarkan memilih varian Racco 300 Premium. Kemudian sekitar 14 persen konsumen memilih varian 300 Plus.
Sementara varian paling terjangkau, yakni Racco 200, menyumbang sekitar 6 persen dari total pesanan.
Banyak Dibeli sebagai Mobil Kedua
BYD Auto Japan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen membeli Racco sebagai kendaraan kedua di rumah.
Selain itu, ada pula pembeli yang menjadikan mobil listrik mungil tersebut sebagai pengganti kendaraan lama mereka.
Hal menarik lainnya adalah munculnya konsumen baru yang langsung memilih BYD sebagai kendaraan pertama mereka.
Disebutkan bahwa sekitar 26,8 persen pembeli merupakan pelanggan baru yang memutuskan untuk mencoba kendaraan BYD melalui Racco.
Tenaga 63 DK, Jarak Tempuh hingga 320 Km
Dari sisi performa, BYD Racco menawarkan motor listrik dengan tenaga mencapai 47 kW atau sekitar 63 dk.
Motor tersebut mampu menghasilkan torsi sebesar 160 Nm, cukup untuk mendukung mobilitas harian di kawasan perkotaan.
Untuk varian dengan baterai berkapasitas 35,84 kWh, BYD Racco diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 320 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sedangkan varian Racco 200 menggunakan baterai berkapasitas 22,4 kWh dengan jarak tempuh sekitar 210 kilometer.
Meski kapasitas baterainya lebih kecil, performa motor listriknya tetap tidak mengalami pengurangan tenaga.
Sinyal Positif untuk Mobil Listrik Mungil
Penjualan awal BYD Racco menjadi sinyal positif bagi pasar mobil listrik, khususnya di segmen kendaraan kompak.
Kombinasi harga yang relatif terjangkau, bentuk mungil khas Kei car, serta teknologi kendaraan listrik menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen Jepang.
Kini, menarik untuk melihat apakah kesuksesan BYD Racco di Jepang akan membuka peluang bagi mobil listrik mungil tersebut untuk masuk ke pasar negara lain, termasuk Indonesia.

